Inilah Beberapa Penyebab Bayi Mencret yang Perlu Ibu Ketahui

Mencret atau diare mungkin menjadi salah satu penyakit yang kerap melanda siapa saja. Meskipun kerap dianggap sepele, penyakit diare tergolong sangat berbahaya. Terlebih jika kondisi diare terjadi pada anak bayi. Dimana daya tahan tubuh mereka yang rendah dan juga belum bisa melakukan segala sesuatunya sendiri. Diare pada bayi perlu mendapatkan perhatian lebih dari orang tua. Karena kondisi diare yang tidak tertangani dengan baik sangat beresiko menyebabkan kematian pada bayi.

Bayi MencretBagi orang tua baru, biasanya segala sesuatu terkait bayi masih begitu awam dan baru mempelajari. Tak jarang mereka cukup kesulitan dalam membedakan feses normal bayi dengan feses ketika bayi mengalami diare. Hal ini lantaran bayi biasanya masih mengonsumsi ASI eksklusif yang membuat fesesnya berwarna kuning, tekstur lembur, atau bahkan cair. Dan tak jarang frekuensi buang air besar pada bayi pun terbilang cukup sering, bisa 5 kali dalam sehari.

Namun orang tua wajib curiga jika buang air besar yang terjadi pada bayi menunjukkan tanda-tanda yang kurang wajar, seperti buang air besar yang terlalu sering hingga mencret, serta mengalami demam tinggi dan perut bayi membengkak. Karena diare pada bayi sangat rentan menyebabkan dehidrasi dan beresiko memicu kematian. Jika diare pada bayi masuk dalam kategori ringan, orang tua bisa melakukan tindakan pengobatan secara mandiri. Sedangkan untuk kasus diare yang cukup kronis, perlu bantuan segera dari dokter untuk penanganannya.

Diare tentu membahayakan keselamatan si kecil. Orang tua pun juga pasti tidak tenang karena dilanda panik saat buah hatinya dalam kondisi tidak baik-baik saja. Agar anak tidak berada pada kondisi ini, sebaiknya ketahui apa saja yang menjadi penyebab bayi mencret. Tujuannya agar orang tua nantinya bisa melakukan tindakan pencegahan. Adapun penyebab bayi diare, antara lain:

  • Intoleransi laktosa.

Laktosa merupakan sumber karbohidrat penting yang terdapat dalam ASI maupun susu formula. Namun terkadang beberapa bayi ada yang tidak bisa mencerna laktosa dengan baik. Sehingga setelah mengonsumsi ASI atau susu formula, bayi akan menunjukkan gejala atau reaksi yang tidak wajar, salah satunya seperti mencret atau diare.

  • Tidak cocok dengan susu formula yang dikonsumsi.

Beberapa zat dalam susu formula juga bisa memicu diare pada sebagian bayi. Maka dari itu, saat membuatkan susu untuk si kecil sebaiknya ikuti takaran yang diharuskan sesuai petunjuk.

  • Alergi makanan.

Pada bayi berusia 0-6 bulan belum memiliki sistem pencernaan yang sempurna. Sehingga reaksi alergi menjadi salah satu kondisi yang kerap terjadi pada si kecil. Adapun beberapa jenis makanan yang bisa memicu reaksi alergi, seperti susu, makanan pedas, makanan asam, minuman berkafein, makanan berprotein, dll.

  • Infeksi virus maupun bakteri.

Jenis virus penyebab bayi mencret adalah rotavirus. Sedangkan bakteri berbahaya penyebab mencret, yaitu Salmonella, Escherichia Coli atau Sighella. Gejala diare akibat infeksi bakteri ini, yaitu perut kram, demam tinggi, serta mengeluarkan darah saat bayi buang air besar.

  • Infeksi parasit.

Parasit seperti Giardasis menjadi salah satu yang diduga sebagai penyebab diare yang kronis. Bahkan kondisi ini bisa menular pada orang lain. Sehingga langkah bijak yang harus dilakukan oleh orang tua adalah segera membawa anak ke rumah sakit untuk pengobatan.

Itu tadi penyebab bayi diare yang perlu orang tua ketahui agar bisa melakukan pencegahan. Pada ibu yang masih menyusui, bertindaklah bijak dengan menghindari jenis makanan maupun minuman yang menjadi pemicu diare pada bayi.

Rujukan diarepedia.com

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *