Cerite Kelam Sara Wijayanto, Mulai dari Narkoba hingga Diancam Mantan

Setiap manusia pasti punya masa kelam dalam hidupnya masing-masing. Hal ini pula yang pernah terjadi pada Sara Wijayanto. Bahkan kisah kelam dari istri Demian ini bisa dianggap mencengangkan.

Sara WijayantoDituturkan oleh presenter cantik pada acara horor tersebut bahwa dirinya pernah menjadi seorang pecandu narkoba. Dimana hal ini terjadi ketika dirinya baru berusia 19 tahun.

“Pada saat itu usiaku 19 tahun dan aku menggunakan narkoba. Namanya kita di dunia gelap pasti ketemu dengan orang negatif. Aku pacaran waktu itu sama seseorang selama 5 tahun,” ungkap Sarah pada salah satu video Youtube.

Penyebab dirinya terjun ke dunia kelam tersebut adalah kisah rumah tangganya yang pada saat itu tidak sehat. Tidak hanya obat, namun dirinya juga berkenalan dengan minuman beralkohol. Diakui oleh wanita berusia 41 tahun tersebut, bahwa semua barang haram itu akhirnya mempengaruhi sistem berfikirnya.

“Karena ada drugs di situ seperti lingkaran setan, dan dia (mantan) mulai main kekerasan. Kita berantem. Aku dicekek terus ditodong pecahan botol. Di situ aku diancam, ‘sampe lo keluar air mata gue tusuk’,” ungkapnya.

Pada saat itu, meski memang menjalani hubungan yang tidak sehat, namun dirinya tetap bertahan dengan sang mantan. Hal ini memang terjadi karena dirinya tak punya teman untuk berbagi cerita. Selain itu juga minimnya pengetahuan tentang berbagai infomrasi.

Meski telah berjuang bertahan dengan sang mantan, namun kondisi tak justru makin membaik. Dirinya justru mendapatkan siksaan dari sang mantan.

“Mulai sering dia mukul. Setiap kali dia minta maaf, aku percaya. Abuse yang aku terima tidak hanya fisik tapi mental,” imbuhnya.

Dirinya juga mengaku bahwa narkoba telah memberikan pengaruh pada tubuhnya. Dirinya mengaku pernah punya tubuh yang kurus beserta gigi yang hancur. Semua energinya negatif dan hampir tak bisa berfikir dengan jernih.

Hingga pada akhirnya semesta menjadi penyelamatnya. Dimana rumah tempat tinggal mereka di grebek polisi dan akhirnya mereka berdua pun dibawa oleh polisi.

 “Terus aku telepon bapak aku, aku dijemput,” ucapnnya.

Pasca kejadian tersebut, Sara pun harus bertahan hingga beberapa bulan untuk bisa keluar dari rasa takutnya dan trauma yang terjadi.

 “Sampai hari ini aku bisa berdamai dengan apa yang terjadi,” tukasnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *